REVIEW JURNAL NASIONAL
MATA KULIAH
PENGEMBANGAN BERBASIS
MASYARAKAT
“PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT MISKIN PINGGIRAN KOTA”
oleh : B. Mujiadi
![]() |
Disusun
Oleh :
Fadhilatus
Shoimah (135060601111023)
Mayora
Alvensi Daristan (135060601111022)
Meita
Rachmadian (135060601111025)
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN
PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
UNIVERSITAS
BRAWIJAYA
MALANG
2013
Review Jurnal Nasional Pemberdayaan
Masyarakat
Pereview : 1. Fadhilatus
Shoimah (135060601111023)
2.
Mayora Alvensi Daristan (135060601111022)
3.
Meita Rachmadian (135060601111025)
Tanggal : 9 September
2013 - 23 September 2013
Topik :
Studi pekerjaan sosial tentang petani penggarap di lahan sementara
Penulis : B. Mujiyadi
Tahun : 2012
Judul
jurnal :
Pemberdayaan Masyarakat Miskin Pinggiran Kota
Vol.
& Halaman: 17 &192 - 204
Metode : Jurnal ini menggunakan
beberapa metode, yaitu
1. Metode
kualitatif, yaitu metode yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara
mendalam terhadap suatu masalah.
2. Metode
deskriptif, yaitu metode yang lebih
menekankan pada gambaran – gambaran dan pencatatan – pencatatan terhadap suatu
masalah.
3. Metode
analisis, yaitu metode yang disertai serangkaian tindakan dan pemikiran yang
disengaja untuk mengkaji suatu masalah secara lebih mendalam.
Subjek
: Petani penggarap di lahan sementara
Instrumen :
Studi dokumentasi, wawancara mendalam, focus group discussion serta observasi
Tujuan :
Untuk mengetahui cara pemberdayaan masyarakat terhadap petani penggarap lahan
sementara yaitu dengan mengetahui kondisi fisik,psikis,sosial maupun spiritual
para petani pinggiran kota.
Pendahuluan
:
Tidak semua orang yang tinggal di kota maupun
pinggiran kota mampu menyesuaikan dengan kehidupan kota. Mereka yang memang
bertempat tinggal di kota dan sebagian merupakan pendatang dari desa mencari
kehidupan di kawasan perkotaan sebagai
petani sayur dengan cara menggarap tanah garapan yang sebenarnya bukan tanah
milik mereka. Salah satu tanah garapan tersebut yaitu pinggiran Kali Malang di
daerah Bekasi. Dari beberapa kebutuhan dasar manusia yang bersifat
fisik,psikis,sosial dan spiritual mereka mampu memenuhi dengan melakukan
pekerjaan sebagai petani sayur dari lahan sementara tersebut. Dengan melakukan
studi sekunder dan observasi lapangan dapat disimpulkan bahwa potensi dan akses
yang tersedia di masyarakat merupakan dasar penerapan program pelayanan
keluarga miskin, program yang diterapkan guna pemberdayaan keluarga miskin
mengubah pola hidup yang ada serta masalah dan pemecahan masalah sekitar
masyarakat merupakan dasar dari pengembangan program. Adapun manfaat yang
diharapkan dalam studi ini yaitu sebagai alternatif pemerintah dalam upaya
pemberdayaan masyarakat pinggiran kota.
Dalam penelitian ini melibatkan berbagai pihak seperti tokoh msyarakat,
petani sayur lahan smentara, aparat kelurahan, serta para pedagang sayuran yang
melakukan pengepulan sayur.
Hasil
& Pembahasan :
Kondisi
ekonomi subjek
Penghasilan dari
bertanam sayur mayur di lahan sementara yang bisa dikatakan pas – pasan yaitu
sekitar 30.000 – 400.000 rupiah perpanen, ada petani yang mampu mencukupi
kebutuhan hidup keluarganya bahkan membiayai sekolah cucu mereka di desa dengan
uang tersebut, akan tetapi tidak sedikit dari mereka yang hanya mampu untuk
memenuhi kebutuhan perut saja. Sehingga, apa yang akan terjadi jika mereka
kehilangan mata pencaharian mereka sebagai akibat si pemilik lahan telah
mengambil kembali kepunyaan mereka? Ada yang bilang ingin mencari lahan baru
lagi untuk ditanami, ada juga yang ingin pulang ke desa dengan bekerja di
perusahaan. Para keluarga petani terlihat gembira walaupun hidup dengan serba
kekurangan, mereka senang bekerja di lahan kosong tersebut karena mereka bisa
bebas karena tidak ada yang mengatur seperti di perusahaan desa. Para petani
yang hanya mempunyai keterampilan di bidang agraria dan bidang yang membutuhkan
fisik membuat mereka tidak berencana beralih ke pekerjaan yang lebih
menguntungkan. Perlu dilakukan sosialisasi persiapan alih usaha sebelum si
pemilik lahan datang yaitu dengan membekali para petani dengan keterampilan
yang memadai dan juga modal usaha.
Manfaat
bagi orang lain
Keberadaan petani
penggarap sangat bermanfaat bagi warga sekitar mereka bercocok tanam, mereka
menambah dan mempercepat roda perputaran uang dan roda pasar di sekitar bekasi.
Keberadaan mereka telah membuat lapangan pekerjaan bagi orang lain seperti kuli
angkut, petugas retribusi, tukang parkir, dan sejumlah pedagang sehingga dapat
meramaikan pasar sehingga kegiatan ekonomi di pasar menjangkau sejumlah elemen
yang tentunya akan menyejahterakan pihak terkait.
Tingkat
kesejahteraan subjek
Para petani masih
mengalami di bidang pemasaran, karena yang mereka jual adalah sayur mayur maka
jika sedang panen bersamaan bukan hanya harga yang murah tapi juga tidak
sedikit sayur mereka yang tidak laku sehingga cepat busuk dan akan terbuang sia
– sia. Para petani yang notabene adalah seorang pendatang merasa enggan
mengurus KTP setempat karena menurut mereka, mereka hanya menempati lahan
tersebut secara sementara sebelum pemilik lahan datang, lalu mereka akan pergi
dan mencari lahan baru, selain itu untuk membuat KTP perlu dana yang mereka
tidak punya. Padahal dengan mempunyai KTP mereka bisa mendapatkan pelayanan
kesehatan dan bantuan seperti warga lain. keberadaan petani juga ternyata
menguntungkan masyarakat sekitar, karena tidak ada lahan yang tidak
termanfaatkan, lahan lebih tertata dan indah serta tidak ada semak belukar yang
mungkin dapat dijadikan tempat persembunyian pencuri. Selain itu, masyarakat
sekitar juga akan lebih mudah dan murah dalam hal pasokan sayur mayur.
Alternatif
Pemberdayaan
Alternatif pemberdayaan
yang mungkin cocok untuk para subjek adalah dengan menjadi penjual sayur mayur,
karena mereka telah memiliki pangsa pasar yang cukup luas, akan tetapi
kendalanya adalah ketiadaan modal itu sendiri, maka alangkah baiknya pemerintah
mau memberi stimulan berupa modal kepada subjek. Kepada subjek, kunci utamanya
adalah motivasi dari dalam diri sendiri untuk meningkatkan kesejahteraan hidup
mereka masing – masing. Selain itu, pemda juga harus menjalankan fungsinya
dengan memberikan fasilitas – fasilitas kepada subjek.
Kesimpulan : Petani sayur yang
menggarap lahan sementara di wilayah perkotaan sebagian besar berasal dari
migrant desa ke kota. Alasan mereka memilih untuk menjadi petani sayur karena
untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari hasil panen sayur mayur ini mereka
mendapatkan hasil yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti makan
sehari-hari, dan menyekolahkan anak di desa, selain itu mereka juga dapat
menabung dari hasil panenan mereka yang nantinya dibawa ke kampung halaman
untuk mensejahterakan keluarganya.
Bagi keluarganya, tentu
sangat merasakan manfaat dari hasil kerja si petani seperti mampu memenuhi
kebutuhan makan, pakaian, pendidikan anak, dan kesehatan. Sedangkan bagi
komunitas manfaat yang dapat dirasakan seperti mudah dalam mendapatkan sayur
mayor dengan harga yang relatif terjangkau. Sehingga keberadaan para petani ini
sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Namun, para petani
masih mendapatkan kendala dalam hal pemasaran. Mereka masih memasarkan sendiri
dengan berdagang keliling. Sehingga mereka memerlukan sosialiasi dari
pemerintah setempat, membangun silaturahim antar petani dengan masyarakat
sekitar agar kehadiran para petani sayur dapat diterima oleh masyarakat
sekitar, selain itu para petani juga perlu dilatih untuk meningkatkan
ketrampilan wirausaha, dan sebagai jalan lain adalah pulang ke kampung halaman
mereka yang kemudian nantinya akan membuka lapangan kerja baru disana. Untuk
itu diperlukan fasilitas-fasilitas yang memadai sejak dari biaya pemulangan
para petani ke kampung halaman hingga modal yang digunakan untuk membuka usaha
baru disana. Jadi, tidak perlu adanya pelarangan terhadap optimalisasi
pemanfaatan lahan tidur sejenis.
Tanggapan pereview
mengenai jurnal : jurnal di atas sudah cukup baik, karena sub bab lengkap dan penggunaan
kalimat cukup mudah dicerna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar